Thursday, November 23, 2017

Ornamen Bali



Pengertian Ornamen Bali
    
   Kata Ornamen berasal dari bahasa latin Ornare yang berdasarkan arti kata tersebut berarti menghias. Menurut Gustami (1978) Ornamen adalah komponen produk seni yang ditambahkan atau sengaja dibuat untuk tujuan menghias. Jadi berdasarkan pengertian itu, ornamen merupakan produk seni yang ditambahkan atau sengaja dibuat dalam sebuah objek seni dengan tujuan awal hanyalah menghias. Fungsi utama pada ornamen adalah menjadikan objek seni terlebut lebih memiliki makna dan estetika yang lebih.

   Hal semacam itu sama dengan tujuan dan maksud awal dalam penerapan ornamen pada Arsitektur Tradisional Bali. Ornamen atau Ragam hias tersebut lebih menjadikan objek seni tersebut lebih memiliki nilai estetis lebih.
   Pemberian Ornamen pada bagian bangunan terlihat semakin menambah unsur nilai filosofis keagamaan yang kuat dalam bangunannya, hal ini Nampak berbeda dengan rumah yang memperlihatkan unsur modern yang hanya sebatas sebagai tempat tinggal saja tanpa mengandung nilai seni filosofis tertentu. Seperti yang dijelaskan oleh Aryo sunaryo yang menjelaskan bahwa:



   “Kehadiran sebuah ornamen tidak semata sebagai pengisi bagian kosong dan tanpa arti, lebih-lebih karya-karya ornamen masa lalu. Bermacam bentuk ornamen sesungguhnya memiliki beberapa fungsi, yakni fungsi murni estetis, fungsi simbolis dan fungsi teknik konstruktif”.

   Aryo sunaryo memberikan penjelaskan kepada kita bahwa dalam pembentukan objek sebuah ragam hias selalu memiliki asumsi dasar jika ditarik secara mitologi sebuah kepercayaan maupun lainnya. Seperti motif yang terdapat dalam batik misalnya, motif yang diterapkan tidak hanya sebagai motif hias saja, tetapi lebih pada nilai simbolis dan identitas sosial.

   Ornamen Bali merupakan sebuah karya seni yang hadir melalui kemampuan imajinasi, kreatifitas dan pemahaman estetika terhadap karakteristik alam oleh masing-masing seniman. Hal ini menyebabkan adanya beberapa perbedaan dalam setiap karya seni ornamen tradisional Bali. Dalam konsep estetika klasik yang dijelaskan oleh Xenophon bahwa keberaturan(order) identik dengan keindahan. Keberaturan bukan sesuatu yang bersifat formal melainkan penampakan dari hirarki hubungan antar struktur serta komponennya(Widagdo, 2005:81). Konsep ini sesuai dengan aplikasi ornamen pada arsitektur tradisional Bali. Masyarakat tradisional Bali menjadikan alam sebagai pedoman struktur/ penempatan ornamen pada sebuah arsitektur. Salah satu contohnya adalah ornamen jenis kekarangan.

Ornamen tradisional Bali secara umum terbagi menjadi tiga yaitu: 
 -  Keketusan,
 -  Pepatran
 -  Kekarangan.

Perbendaharaan desain yang terdapat pada ornamen tradisional Bali adalah pola, garis, dan bidang. Prinsip-prinsip desain yang terdapat pada ornamen tradisional Bali adalah proporsi, ritme, keseimbangan dan penekanan. Gagasan pengembangan ornamen tradisional Bali dilakukan dengan memilih beberapa elemen yang menjadi ciri khas. Gagasan pengembangan diilustrasikan melalui gambar tiga dimensi ruang.




No comments:

Post a Comment